27 January 2017 / Renungan Harian

Berdandan Bagi TUHAN


media

Berdandan Bagi TUHAN

Mazmur 15

TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? (Mzm.15:1)

Seorang wartawan mengeluh tidak bisa masuk lingkungan istana karena ia lupa memakai jas. Padahal, saat itu momen penting sedang berlangsung. Dalam masyarakat kita, ada tempat-tempat yang memerlukan syarat tertentu ketika kita ingin mengunjunginya. Berkunjung ke pasar tradisional tentu Anda tidak harus mengenakan gaun pesta. Demikian pula masuk kolam renang, tidak mungkin Anda memakai toga, meskipun Anda seorang hakim atau pendeta. Kostum dan penampilan kita mencerminkan bahwa kita mengerti berada di mana.

Bagaimana ketika kita berada di rumah Tuhan, gereja? Apakah cukup dengan berpakaian rapi, sopan, dan bersih, termasuk membawa Alkitab? Ya, sebaiknya begitu. Kalau pakaian kita sembarangan, minim, dan seronok, tentu itu akan mengganggu. Jangan-jangan Anda yang menjadi pusat perhatian, bukan sang pendeta yang menyampaikan firman, atau bahkan bukan Kristus yang sedang diberitakan.

Sekalipun demikian, ada yang jauh lebih penting ketimbang pakaian atau penampilan fisik ketika kita datang menghadap Tuhan. Kita harus berlaku tidak bercela, melakukan apa yang adil, benar, bukan tukang gosip, tidak berbuat jahat, tidak menindas sesamanya, dan setia walaupun rugi. Terhadap orang seperti itulah Tuhan berkenan. Jadi, ketika kita sudah terbiasa mendandani tubuh ini dengan pakaian yang pantas, biasakan juga untuk mendandani akhlak kita.

 


Refleksi:

Tuhan berkenan dijumpai oleh orang yang tulus hatinya.

 

Mzm.15; Ul.24:17 -- 25:4; 1Tim.5:17-24

Latest ARTICLE