(Im.6:7)

">


17 February 2017 / Renungan Harian

Berdamai dengan ALLAH dan Sesama


media

Berdamai dengan ALLAH dan Sesama

Imamat 6:1-7

"Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN..." (Im.6:7)

Dalam beberapa kasus terorisme yang terjadi, kita dikejutkan oleh data pelakunya. Beberapa pelaku dikenal sebagai orang saleh bahkan rohaniawan. Namun, biasanya, mereka tertutup atau tidak suka bergaul dengan lingkungannya.

Di dalam Alkitab, umat Allah diajar untuk melihat hidup dalam keseimbangan dan keutuhan hubungan. Urusan hukum maupun urusan ibadah selalu dihubungkan dengan Allah dan sesama. Pelaksanaan hukum adalah dalam konteks menaati Allah dan sekaligus untuk kebaikan sesama. Sebaliknya, pelanggaran hukum adalah pelanggaran terhadap Allah dan kejahatan terhadap sesama. Perbuatan baik sebagai manusia selalu merupakan ekspresi cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama. Karena itu, dalam Imamat 6 ini, dosa dan kesalahan juga adalah sesuatu yang terkait dengan Allah sekaligus dengan sesama manusia. Dosa bukan hanya urusan pribadi yang hanya dapat diselesaikan secara pribadi dengan Allah, melainkan dosa juga adalah urusan sosial yang harus diselesaikan secara sosial dengan sesama. Kepada Allah, umat harus mengadakan upacara kurban penebus salah, dan dengan sesama juga ada tanggung jawab yang memulihkan.

Normal dan sehatnya kehidupan adalah normal dan sehatnya relasi kita dengan Allah dan sesama. Kesalehan pribadi kita harus dibarengi dengan kesalehan hidup secara sosial dengan sesama. Jika salah satunya saja yang baik, maka sesungguhnya hidup kita tidaklah dapat dikatakan sehat.

 


Doa:

Tuhan, tolonglah kami supaya kami selalu berusaha menjalin hubungan baik dengan Engkau dan sesama kami. Amin

 

Mzm.119:33-40; Im.6:1-7; Gal.5:2-6

Latest ARTICLE