(Luk.6:9)

">


24 August 2016 / Renungan Harian

Berbuat Baik


media

Berbuat Baik

Lukas 6:6-11

"Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" (Luk.6:9)

Apa yang menghalangi seseorang untuk berbuat baik? Bisa saja faktor dari luar dirinya, misalnya, sistem tidak memungkinkan berbuat baik. Namun, penghalangnya juga bisa dari dalam diri sendiri, misalnya, merasa tidak mampu berbuat baki, merasa takut dianggap sok suci, atau merasa tidak berdaya. Pada dasarnya, berbuat baik merupakan pilihan yang bisa diambil oleh setiap orang.

Pada zaman Yesus, hari Sabat dipahami secara sempit sebagai waktu untuk beristirahat dan tidak boleh bekerja. Menyembuhkan orang sakit adalah bekerja. Karena itu, menurut peraturan, Yesus tidak boleh menyembuhkan orang sakit pada hari itu. Namun, Yesus mengajak orang-orang yang ada pada saat itu untuk meluaskan cara pandang mereka. Alih-alih memandang penyembuhan sebagai sebuah pekerjaan, Yesus menyebutkan sebagai berbuat baik. Tidak ada waktu yang tidak tepat untuk berbuat baik. Karena itu, Yesus menyembuhkan orang itu pada saat itu juga.

Kita pun selalu diperhadapkan pada berbagai keadaan. Kadang kita beralasan bahwa keadaan menyebabkan kita tidak bisa berbuat baik. Namun, Tuhan sendiri tidak pernah membatasi kebaikan-Nya karena keadaan. Karena itu, belajar dari tindakan Yesus, seharusnya kita pun melepaskan diri dari belenggu ketakutan dan aturan untuk berani memilih berbuat baik dalam segala keadaan. Dengan demikian, hari apa pun adalah kesempatan untuk berbuat baik.

 


Doa:

Tuhan, berikan kami keberanian untuk berbuat baik dalam segala keadaan. Amin

 

Mzm.109:21-31; Yeh.20:33-44; Luk.6:6-11

Latest ARTICLE