Mazmur 119:1-8
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. (Mzm.119:1)
Suatu kali, seorang koruptor yang tertangkap mengungkapkan penyesalannya. Setelah ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia harus mengenakan jaket oranye bertuliskan "Tahanan KPK" dan diliput oleh media. Ia dan keluarganya sangat malu, khususnya anak-anaknya yang masih kuliah. Ia menyesal mengapa harus menerima suap. Tadinya, ia mengira uang yang diterimanya itu dapat menambah kebahagiaannya dan kebahagiaan keluarganya. Nyatanya, ia dan keluarganya malah harus menanggung aib.
Berbahagia itu memang hak siapa pun, bukan monopoli mereka yang banyak uang atau harta. Alkitab banyak berbicara mengenai kebahagiaan. Mazmur adalah kumpulan nyanyian yang dibuka dengan ungkapan "berbahagialah". Namun, makna "berbahagia" di Alkitab, termasuk yang di Mazmur, berbeda dengan pandangan banyak orang mengenai kebahagiaan. "Berbahagia" di Alkitab umumnya dikaitkan dengan firman Allah. Kaya, miskin, tua, muda, laki-laki atau perempuan, akan berbahagia asalkan hidup di jalan firman Allah.
Di dunia ini, apakah jika kita berpegang pada kebenaran firman Allah, kita benar-benar akan berbahagia? Jangan ragu sebab pembuktiannya adalah urusan Tuhan yang berfirman; kita tinggal melakukannya.
Doa:
Tuhan, tolong kami agar kami selalu berada di dalam kebenaran-Mu. Amin
Mzm.119:1-8; Im.26:34-46; 1Yoh.2:7-17