23 July 2019 / Renungan Harian

BELAJAR DARI KETIDAKTAHUAN


media

BELAJAR DARI KETIDAKTAHUAN
Amsal 9:1-18

“… buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian.” (Ams. 9:6)

Johann Wolfgang von Goethe mengatakan, “Tidak ada yang begitu menakutkan daripada ketidaktahuan yang dipraktikkan.” Ucapan Goethe itu terbukti. Korsleting dan kebakaran bisa terjadi ketika listrik dipasang tidak sesuai dengan pengetahuan kelistrikan. Begitu pula doktrin yang disalahpahami, akan membuat kita salah bertindak.

Sang bijak bestari mengajak manusia untuk terus belajar. Bagi pengamsal, kebodohan hanya bisa diberantas melalui pengajaran. Karena itu, ia menyerukan kepada pembaca untuk mengikuti jalan pengertian. Belajar supaya kamu hidup, begitu kira-kira nasihat profetiknya, sebab banyak orang kesulitan hidup bahkan menyulitkan kehidupan orang lain karena tidak belajar. Melalui pengertian, orang dapat menata dan membangun kehidupan yang bermakna dengan sesama. Jadi, berada di jalan pengertian bukan hanya untuk menimbun pengetahuan sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya, tetapi supaya kebaikan dan berkat dalam pengetahuan itu bisa dilipatgandakan dan disebar-luaskan dalam kehidupan dengan sesama.

Spirit dan tujuan belajar yang digemakan pengamsal perlu dihayati dan dihidupi di masa kini. Sains dan teknologi memang berkembang terus, namun kejahatan dan kekerasan pun terus terjadi akibat kurangnya pengertian atau hikmat. Maka, kita perlu meminta hikmat dari Tuhan dan terus belajar mengembangkan pengetahuan sebagai jalan mendatangkan kebaikan, agar ketakutan akibat ketidaktahuan dapat dikurangi.

REFLEKSI:

Malu mengakui ketidaktahuan dan keterbatasan pengertian adalah kesombongan yang tidak terpelajar dan berbahaya bagi kehidupan.

Mzm. 119:97-104; Ams. 9:1-18; 1Yoh. 2:1-6

Latest ARTICLE