02 February 2018 / Renungan Harian

Bekerja dalam Pengharapan


media

Bekerja dalam Pengharapan

1 Korintus 9:1-16

...pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya (1Kor. 9:10)

Untuk apa orang bekerja? "Untuk mendapatkan banyak uang", kata orang. Dengan mendapatkan banyak uang, apakah kebahagiaan datang dengan sendirinya? Tidak ada jaminan bahwa banyak uang pasti bahagia.

Kebahagiaan atau kepuasan batin tidak bisa dinilai dengan uang. Kebahagiaan itu lahir dari rahim kehidupan. Uang tidak serta merta melahirkan kebahagiaan. Tak jarang, uang justru bisa melahirkan rupa-rupa kegelisahan dan ketidakbahagiaan. Masalahnya sekarang, bagaimana supaya dalam bekerja kita bisa mendapat kebahagiaan? Pengalaman Rasul Paulus menarik untuk disimak.

Paulus pernah jengkel dan marah ketika pekerjaannya sebagai rasul tidak dihargai, sampai-sampai ia berkata: "...jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah, kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu?" (ay. 11). Menariknya, bukan kepenuhan hal yang dituntut Paulus. Kepuasan batin atau ebahagiaan Paulus tidak terletak pada pemenuhan haknya. Kebahagiaannya adalah dalam bekerja memberitakan Injil. "... itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil." (ay. 16). Memberitakan Injil bagi Paulus tak tergantikan. Di dalamnya, ada pengharapan. Dengan bekerja memberitakan Injil, berarti Rasul Paulus bekerja dalam pengharapan. Injil adalah sumber kebahagiaan dan kepuasan batin Paulus.

 


DOA:

Tuhan, kami ingin bekerja dalam terang Injil sehingga kami boleh mengalami kebahagiaan di dalam Engkau. Amin.

 

Mzm. 147:1-11, 20c; Ayb. 36:1-23; 1Kor. 9:1-16

Latest ARTICLE