20 September 2016 / Renungan Harian

Baik Adalah Lebih Baik


media

Baik Adalah Lebih Baik

Amsal 17:1-5

Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan. (Ams.17:1)

"Jangan suka bertengkar, nanti rezeki kita menjauh." Begitu nasihat ibu saya ketika saya kecil dahulu. Saya dan adik saya kadang bertengkar atau memperebutkan sesuatu. Dahulu saya tidak memahami maksud nasihat ibu. "Apa memang ada hubungan antara pertengkaran dengan menjauhnya rezeki?" "Oh, tentu saja ada", jawab ibu. "Kalau ada tetangga yang datang membawa kue, ternyata kita sedang bertengkar. Ia akan segera membawa pulang kembali kuenya."

Penulis Amsal menekankan bahwa berperilaku baik merupakan salah satu keutamaan hidupnya. Ia tidak ingin berbantah dengan pihak lain. Ia percaya bahwa Tuhan senantiasa menguji hati setiap orang. Ketenteraman dalam hidup jauh lebih penting daripada makanan atau harta duniawi. Akal budi jauh lebih bermanfaat daripada kedudukan dan status sosial. Menghargai orang Miskin dalam kesederhanaannya adalah perbuatan yang memuliakan nama Tuhan. Berkat Tuhan tidak hanya berupa materi. Ketenteraman dalam menikmati roti yang kering sekalipun adalah berkat yang indah.

Saya tahu sekarang, saat kita bertengkar dan berbantah-bantahan, berkat ketenteraman itu menjauh. Apabila kita kehilangan akal budi, berkat kehidupan tidak akan pernah kita temukan. Kejahatan dan dusta tidak akan memberi kebahagiaan. Menjalani hidup dengan baik seturut kehendak Tuhan memang hal yang terbaik.

 


Refleksi:

Tidak ada kebaikan di balik setiap perbantahan.
Tidak ada kebahagiaan di balik setiap kejahatan.

 

Mzm.12; Ams.17:1-5; 1Kor.9:19-23

Latest ARTICLE