2 Raja-raja 23:1-8
Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN... (2Raj.23:3)
"Ikan busuk dari kepalanya". Pepatah itu hendak mengatakan bahwa seorang pemimpin atau kepala itu memiliki pengaruh yang sangat menentukan. Seorang pemimpin yang busuk, kotor, atau korup sudah barang tentu akan memberi pengaruh buruk bagi orang-orang yang dipimpinnya. Sebaliknya, pemimpin yang baik, bersih, dan adil akan mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya kepada kebaikan.
Dalam hal mereformasi atau memperbaiki kehidupan iman dan moral bangsa, Yosia patut menjadi salah satu contoh pemimpin yang baik. Sebelum menuntut dan memerintahkan diberlakukannya ketetapan-ketetapan, Yosia terlebih dahulu mengadakan perjanjian di hadapan Tuhan. Yosia mengadakan perjanjian disaksikan oleh umat Yehuda bahwa dirinya akan hidup mengikuti Tuhan dan menuruti perintah Tuhan dengan segenap hati dan jiwanya. Menuntut orang lain atau memerintah orang dengan mudah, apa lagi bagi seorang raja. Namun, menuntut dan memerintahkan ketetapan untuk diri sendiri adalah hal sulit sekaligus kunci bahwa ia patut disebut pemimpin. Pesan penting dari tindakan Yosia itu adalah bahwa untuk memperbaiki kehidupan sosial, mulailah dari diri kita sendiri.
Banyak hal buruk sedang menjangkiti kehidupan masyarakat kita. Kita semua tentu memiliki impian agar terjadi perubahan sosial yang lebih baik. Nah, mulailah dari diri kita sendiri!
Doa:
Tuhan, tolonglah kami dalam memperbaiki diri kami sendiri. Amin
Mzm.119:105-112; 2Raj.23:1-8, 21-25; 2Kor.4:1-12