Kisah Para Rasul 7: 59 – 8:8
Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. (Kis.8:4)
Stefanus mati dirajam. Sejak itu, mulailah penganiayaan hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Penganiayaan itu menyebabkan umat Tuhan, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh Yudea dan Samaria. Status mereka adalah pelarian. Mereka senantiasa dalam keadaan waspada karena Saulus begitu agresif hendak membinasakan mereka.
Namun, dalam keadaan yang serba terjepit itu, kita bisa menyaksikan bagaimana para pelarian itu tidak lupa akan tugasnya sebagai murid Kristus. Dalam keadaan susah, mereka tetap memberitakan Injil (ay.4). Bahkan, Filipus menjadi berkat bagi orang-orang Samaria. Penghambatan ternyata tidak membuat mereka habis. Makin dihambat malah makin merambat.
Berdasarkan bacaan hari ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa para murid sungguh-sungguh hidup dan dihidupi oleh Injil Yesus Kristus, Mereka tidak ingin menikmati Kabar Baik itu sendirian, atau bagi kelompok atau suku mereka saja. Tanpa peduli rintangan, mereka terus mengumandangkan Injil. Lalu, apa jadinya jika mereka tidak mengabarkan Injil?
Jawabnya tercantum dalam syair Kidung Jemaat 429 karya Mangapul PS: “Andaikata dulu muridMu/ tidak sudi bekerja/ mengabarkan cinta kasihMu/ pada dunia bercela,/ maka Injil yang Kauberikan/ pasti kini tak tersebar,/ sehingga dunia akan hilang,/ tetap berdosa, bercemar.” Ringkasnya: kekristenan punah.
Doa:
Tuhan, berikanlah kami keberanian untuk memberitakan Injil-Mu. Amin.
Mzm.148; Kis.7:59 – 8:8