09 May 2019 / Renungan Harian

ANAK DOMBA YANG DISEMBELIH


media

ANAK DOMBA YANG DISEMBELIH
Wahyu 5:1-10

“Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah ….” (Why. 5:9)

Sebagai manusia yang lemah dan terbatas, sering kali kita berada dalam kondisi tak berdaya dan bahkan tanpa harapan. Bacaan dari kitab Wahyu juga berbicara tentang orang-orang yang merasa diri mereka tak lagi memiliki harapan.

Menariknya, ketika Sang Penolong yang diharapkan itu akhirnya tiba, ternyata Ia bukanlah singa dari Yehuda yang mengaum-aum sebagaimana dibayangkan, melainkan seekor Anak Domba yang tersembelih. Sang Penolong itu tidak menunjukkan keperkasaan-Nya, melainkan keringkihan-Nya.

Sering kali ketika kita menghadapi kesulitan dalam hidup, kita juga mengharapkan Tuhan datang seperti singa yang perkasa; singa yang membuat persoalan bisnis kita beres, persoalan keluarga beres, persoalan sekolah beres dan seterusnya. Tetapi sering kali Tuhan tidak datang seperti yang kita bayangkan. Ia sering kali datang bukan dengan keperkasaan-Nya, melainkan dengan segala kelembutan dan keringkihan-Nya untuk menemani kita dalam kesulitan yang kita hadapi.

Itu tidak berarti Tuhan tidak bisa datang dengan kekuatan dan kuasa-Nya, tetapi bahwa iman memang bukan terutama persoalan keperkasaan, tetapi ketekunan. Yang dicari Tuhan bukanlah para superman, tetapi orang-orang biasa yang bisa ragu-ragu, bisa gagal, bisa jatuh, namun mencintai Tuhan lebih dari semuanya. Orang-orang semacam inilah yang bisa terus bertekun dalam imannya dan akhirnya selamat.

REFLEKSI:

Tuhan sering kali hadir dalam kehidupan kita bukan sebagai yang perkasa, namun sebagai yang lembut dan penuh kasih.

Mzm. 23; Yeh. 11:1-25; Why. 5:1-10

Latest ARTICLE