23 January 2017 / Renungan Harian

Anak-anak Terang


media

Anak-anak Terang

Efesus 5:6-14

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang... (Ef.5:8)

Seorang gadis berparas amat buruk. Orang tuanya tidak keberatan ketika seorang tunanetra berniat meminangnya. Namun, ketika ada dokter mata yang bersedia menyembuhkan menantunya itu, sang mertua menolaknya. "Biarkan ia dalam kebutaannya. Jangan-angan setelah ia dapat melihat, anakku diceraikannya!"

Kebutaan dan kegelapan sama saja. Dalam kegelapan, kita sulit membedakan dan menemukan arah. Istilah "terang" bukan hanya bermakna harfiah, misalnya terang sinar matahari atau benda-benda penerang lainnya. Istilah "terang" juga bermakna simbolik, yaitu kondisi di mana manusia memahami dan mengerti kebenaran. Dengan terang itu, manusia dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Terang itu memampukan manusia menimbang mana yang adil dan mana yang tidak, mana yang jahat dan mana yang baik. Paulus menyebut orang-orang yang percaya dan mengenal Kristus adalah anak-anak Terang yang harus mengerjakan kebaikan yang dikehendaki Allahdi dalam Kristus.

Sayangnya banyak orang seperti sang mertua dalam cerita di atas. Mereka lebih memilih kegelapan karena hidup dalam terang harus menyingkirkan kenikmatan dosa. Hidup dalam terang membutuhkan tekad dan keberanian; berani meninggalkan masa lalu yang penuh dosa dan hidup dalam kasih karunia Allah. Lebih dari itu, sebagai anak-anak terang, kehadiran kita harus memancarkan kemuliaan Kristus juga.

 


Refleksi:

Hidup dalam terang tidak cukup dibicarakan, menjadi jelas ketika dipraktikkan.

 

Mzm.27:7-14; Hak.6:11-24; Ef.5:6-14

Latest ARTICLE