25 September 2019 / Renungan Harian

ALLAH YANG MENEPATI JANJI


media

Mazmur 12

Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. (Mzm. 12:7)

“Murah di mulut, mahal di timbangan.” Peribahasa lama ini, jika ditujukan kepada seseorang maka sebenarnya ingin menyampaikan bahwa orang yang dituju itu adalah orang yang mudah memberi janji, tetapi sangat jarang menepatinya. Wajar jika kita merasa sebal dan kesal kepada orang seperti itu karena janjinya hanya tinggal janji, dan karena pengharapan kita kandas.

Rasa sebal dan kesal kepada orang-orang yang sering berkata manis, tapi berhati curang dapat kita rasakan dalam Mazmur 12. Rupanya pemazmur 12 ini mengalami kehidupan yang pahit karena ulah orang-orang yang mengumbar kata-kata manis, seperti janji-janji muluk, tetapi yang pada kenyataannya menindas orang-orang miskin dan lemah. Kemungkinan besar, orang-orang “cakap besar” itu adalah para penguasa dan para pengusaha pada masa hidup pemazmur. Di tengah rasa jengkel kepada orang-orang itu, pemazmur menegaskan bahwa hanya TUHAN yang dapat diandalkan. TUHAN adalah Allah yang menepati janji-janji-Nya. Allah tidak pernah “murah di mulut, mahal di timbangan.”

Kita sekarang ini mungkin sedang merasa sebal dan kesal kepada orang-orang yang ingkar janji. Marilah kita berdoa agar mereka menyadari perbuatannya dan bertobat. Kita pun berdoa agar rasa jengkel kita tidak berlanjut kepada kemarahan diri yang merusak. Kita yakin, seperti ditegaskan pemazmur, TUHAN “memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya.” Di dalam Dia, pengharapan kita sungguh tidak sia-sia.

REFLEKSI: Janji TUHAN itu janji yang murni, selalu ditepati. Oleh karena itu, tidak pernah sia-sia menaruh pengharapan kepada-Nya.

Mzm. 12; Ams. 21:10-16; Luk. 20:45—21:4

Latest ARTICLE