Keluaran 5:24-6:12
“… tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku.“ (Kel. 6:4)
">
Allah Tidak Lupa Akan Janjinya
Keluaran 5:24-6:12
“… tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku.“ (Kel. 6:4)
Janji yang manis, ‘Kau tak ‘Ku lupakan’, tak terombang-ambing lagi jiwaku; walau lembah hidupku penuh awan, nanti ‘kan cerahlah langit di atasku. ‘Kau tidak ‘kan Aku lupakan, Aku memimpinmu, Aku membimbingmu; ‘kau tidak ‘kan Aku lupakan, Aku penolongmu, yakinlah teguh” (NKB 143:1).
Allah mendengar erang umat Israel yang diperbudak oleh bangsa Mesir. Erangan itu bukan saja membuat Allah murka kepada para penindas, tetapi juga menegaskan kembali akan kesetiaan Allah pada janji pemeliharaan-Nya bagi umat yang dikasihi dan dibentuk-Nya sejak zaman nenek moyang mereka. Ada solusi yang ditawarkan oleh Allah melalui Musa. Ternyata bangkit dari keputusasaan memang tidak mudah. Musa dan orang Israel tidak langsung menerima janji itu, namun Allah tetap setia pada janji-Nya. Sungguh sebuah anugerah kasih yang besar.
Kristus berjanji menyertai kita, gereja-Nya. Dia mengatakan, ”Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20). Janji-Nya digenapi dengan kehadiran firman dan Roh Kudus yang menolong kita memahami dan menghidupi Injil-Nya. Bagian kita adalah memegang janji itu. Dengan iman, kita menjadikan janji penyertaan-Nya itu kekuatan untuk terus berpengharapan menyikapi keadaan hidup yang tidak selalu mudah dengan tetap menghidupi kasih. Orang lain bisa saja ingkar janji. Tidak demikian dengan Allah. Ia tidak pernah lupa akan janji-Nya.
REFLEKSI:
Jika kita mulai kehilangan pengharapan, ingatlah bahwa Allah tidak lupa akan janji-Nya untuk menyertai kita senantiasa.
Mzm. 91:1-2, 9-16; Kel. 5:24-6:12; Kis. 7:35-42