(Luk.20:38)
">
Lukas 20:27-38
Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup." (Luk.20:38)
Pohon belimbing dalam pot yang saya kira telah mati ternyata masih hidup. Pohon itu tidak terurus dan jarang sekali disiram air sehingga daunnya rontok dan batang-batangnya kering. Saya mengira pohon tersebut sudah mati. Namun, ketika hujan turun selama beberapa hari dan mengguyur pohon itu, tunas-tunas baru mulai tumbuh dibagian batang-batangnya. Air hujan yang turun memiliki daya yang menghidupkan pada pohon yang sudah dianggap mati.
Allah yang memiliki daya kehidupan adalah Allah yang diperkenalkan Tuhan Yesus (ay.38). Pokok ini muncul dalam percakapan tentang kebangkitan ketika beberapa orang Saduki yang tidak mengakui kebangkitan bertanya jawab dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menekankan bahwa di hadapan Allah semua manusia hidup. Itu pula yang dilakukan Tuhan Yesus di dalam karya dan pelayanan-Nya yang memperlihatkan bahwa daya kehidupan itu nyata dengan jalan memulihkan, merawat, dan berbagi kehidupan.
Ketika kita mengenal Allah dan juga ingin memperkenalkan-Nya kepada sesama, cara yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus itulah juga cara yang perlu kita tunjukkan, yaitu dengan menghadirkan daya kehidupan itu agar dapat dialami oleh sesama kita. Tindakan memulihkan, merawat, dan berbagi kehidupanlah harus senantiasa mewarnai sikap dan laku hidup kita. Sudahkah hal tersebut kita tunjukkan sebagai kesaksian bahwa Allah yang kita kenal adalah Allah yang hidup?
Refleksi:
Daya yang menghidupkan yang seharusnya ditunjukkan seseorang ketika ia mengenal Allah yang hidup
Ayb.19:23-27a; Mzm.17:1-9; 2Tes.2:1-5, 13-17; Luk.20:27-38