13 September 2019 / Renungan Harian

ALLAH MENGINGAT SEGALA CIPTAANNYA


media

Kejadian 7:6-10; 8:1-5

Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu .... (Kej. 8:1)

Seperti kuda, bagal sering digunakan untuk mengangkut barang. Namun, tidak seperti kuda, bagal lemah tenaga. Pada suatu kali, seorang tentara menggunakan seekor bagal untuk mengangkut barang-barang Raja Aleksander Agung. Tentara itu ingat bahwa bagal tak sekuat kuda dan akan menderita jika mengangkut semua barang sang raja. Oleh karena itu, ia mengambil satu karung barang dari punggung bagal itu dan memikul barang itu sendiri. Aleksander melihat itu dan menjadi sangat tergugah.

Bersama dengan istri, anak-anak, dan menantu-menantunya, Nuh diselamatkan TUHAN dari air bah. Allah pun menyelamatkan binatang-binatang. Segala binatang jantan dan betina, yang haram dan yang tidak haram, yang liar dan yang dapat diternak ikut masuk ke dalam bahtera. Di dalam bahtera yang besar itu, Nuh, keluarganya, dan segala binatang itu terapung-apung di air bah itu, sampai air bah itu benar-benar surut.

Lebih dari kasih tentara Raja Aleksander Agung itu, kasih TUHAN melingkupi segala ciptaan-Nya. Tidak satu pun ciptaan-Nya yang tidak disentuh kasih TUHAN. Allah mengingat segala ciptaan-Nya dan rindu menyelamatkan segala ciptaan-Nya. Ia tahu bahwa kejahatan merusak persekutuan kasih-Nya dengan segala ciptaan-Nya. Oleh karena itu, Ia memulihkan persekutuan kasih-Nya itu melalui tindakan penyelamatan bagi segala ciptaan-Nya. Bagi kita, murid-murid Kristus, tindakan penyelamatan Allah itu berpuncak pada karya Kristus. Oleh karena itu, kita merayakan hidup kita dalam syukur dan sukacita.

REFLEKSI: Demi persekutuan kasih-Nya, Allah selalu mengingat dan menyelamatkan segala ciptaan-Nya.

Mzm. 51:2-11; Kej. 7:6-10; 8:1-5; 2Ptr. 2:1-10a

Latest ARTICLE