(Kis.7:5)

">


05 August 2016 / Renungan Harian

ALLAH Berjanji


media

Allah Berjanji

Kisah Para Rasul 7:1-8

"... tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak." (Kis.7:5)

Janji adalah ucapan pernyataan kesediaan untuk melakukan sesuatu. Janji juga bisa berarti persetujuan antara dua pihak. Kedua arti itu menunjukkan bahwa saat seseorang berjanji, ia harus menepatinya. Padahal, janji selalu melibatkan sesuatu yang belum ada atau belum terjadi. Saat seseorang berjanji akan menjadi dokter yang baik, ia baru akan menjadi dokter. Saat dua orang mengadakan persetujuan untuk melakukan jual-beli tanah, tindakan jual-beli itu belum terjadi. Jadi, janji  mensyaratkan adanya kepercayaan dan keyakinan bahwa janji itu akan ditepati.

Saat Allah berjanji akan memberikan tanah kepada Abraham dan keturunannya, Abraham belum memiliki anak. Berdasarkan cerita di Kitab Kejadian, kita tahu bahwa Abraham sempat hendak menjadikan anak budaknya sebagai ahli waris karena sampai usia tua ia tetap belum memiliki anak. Namun, kita tahu bahwa Allah kemudian menepati janji-Nya. Abraham memperanakkan Ishak dan keturunannya menempati tanah perjanjian, Palestina.

Karya Allah bagi manusia kadang dirasakan seperti janji kosong. Akibatnya, manusia sangat mudah untuk berubah percaya. Namun, belajar dari janji Allah kepada Abraham, kita bisa yakin. Jika Allah menepati janji-Nya kepada Abraham, Ia juga pasti menepati janji penyertaan-Nya kepada setiap orang. Kita pun diajak untuk menepati janji-janji kita kepada Allah.

 


Doa:

Tuhan, ajarilah kami untuk meyakini janji-Mu. Amin

 

Mzm.33:12-22; Pkh.6:1-6; Kis.7:1-8

Latest ARTICLE