(Luk.1:46-47)

">


22 December 2016 / Renungan Harian

Alasan Pujian Kepada TUHAN


media

Alasan Pujian Kepada TUHAN

Lukas 1:46b-55

"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku..." (Luk.1:46-47)

Dalam “Nyanyian Pujian”-nya, Maria berkidung, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (ay.46-47). Allah adalah sumber kegembiraan Maria. Itulah kegembiraan sejati! Berhubung sumber kegembiraan Maria adalah Allah, maka “Nyanyian pujian” menjadi keniscayaan. Nyanyian pujian tidak ditentukan oleh situasi dan kondisi manusia. Pujian kepada Allah semestinya tidak ditentukan oleh situasi dan kondisi hati kita, tetapi karena Allah memang Pribadi yang layak dipuji!

Allah yang dipahami Maria dalam syair itu adalah Allah yang menyelamatkan. Ia bukanlah Guru Selamat, melainkan Sang Penyelamat. Ia bukanlah Pribadi yang mengajarkan mengenai keselamatan, melainkan Pribadi yang menyelamatkan. Allah adalah penyelamat. Penyelamat siapa? Maria dengan tegas berkata, “Penyelamatku”. Itu adalah pengakuan iman.

Alasan berikutnya: “sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya" (ay.48). Allah dipahami sebagai Pribadi yang memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Allah peduli. Frasa yang dipakai Maria adalah “kerendahan hamba-Nya” –yang namanya hamba memang rendah. Aneh, jika ada seorang hamba yang merasa lebih tinggi dari tuannya. Yang namanya hamba pastilah rendah. Itulah hakikat seorang hamba. Pemahaman itulah yang membuat Maria bersedia menerima tugas dari Allah. Demikian jugakah alasan pujian kita kepada Tuhan?

 


Doa:

Tuhan, mampukan kami memuji-Mu. Amin.

 

 

Luk.1:46b-55; Yes.33:17-22; Why.22:6-7, 18-20

 

Latest ARTICLE