">


15 September 2019 / Renungan Harian

KERINDUAN DAN SUKACITA ALLAH


media

Lukas 15:1-10

"Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." (Luk. 15:10)

Pada 14 Februari 2017, National Geographic Indonesia menerbitkan data sensus dari teleskop Bubble tentang benda-benda ruang angkasa. Data itu mengungkapkan bahwa ada sekitar dua triliun galaksi di jagat raya. Tiap galaksi terdiri atas jutaan sampai miliaran bintang, dan tiap bintang memiliki sedikitnya satu planet.

Data sensus itu semakin menegaskan bahwa manusia itu sangat kecil di jagat yang mahaluas. Manusia seolah tak berarti apa-apa. Namun, pada hakikatnya manusia sangat berarti di mata Allah. Sang Pencipta tetap memerhatikan seluruh ciptaan-Nya, termasuk manusia. Ia rindu seluruh ciptaan-Nya hidup dalam persekutuan kasih-Nya. Ia bersukacita jika satu manusia bertobat dan kembali kepada persekutuan kasih-Nya.

Kepada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat, Yesus menyatakan dengan perumpamaan domba yang hilang dan dirham yang hilang bahwa Allah rindu setiap orang bertobat dan kembali kepada persekutuan kasih-Nya. Jika satu orang hilang kembali kepada Dia maka itu menjadi kesukaan bagi Allah. Itulah sebabnya Yesus mau bersahabat dengan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa yang diperlakukan hina dan tersisih.

Jika ingin menyenangkan Allah, kita seharusnya mau bersahabat dengan semua orang, termasuk orang-orang yang diperlakukan hina dan tersisih. Persahabatan kita yang tulus dengan mereka pada dasarnya menjadi suatu kesaksian demi persekutuan kasih dalam Allah. Semoga persahabatan kita itu membawa kesukaan bagi Allah.

REFLEKSI: Kita membuat Allah bersukacita jika kerinduan-Nya untuk menyelamatkan orang berdosa terpenuhi melalui persahabatan kita.

Kel. 32:7-14; Mzm. 51:2-11; 1Tim. 1:12-17; Luk. 15:1-10

Latest ARTICLE