Tentang Kami



Gereja yang bertumbuh
& berakar di bumi Indonesia.

GKI dikenal sebagai gereja yang terbuka di Indonesia.
Kepanjangan singkatan GKI adalah GEREJA KRISTEN INDONESIA,
bukan GEREJA KRISTEN di INDONESIA sesungguhnya menyatakan
bahwa Gereja Tuhan yang satu ini adalah Gereja yang bertumbuh
dan berakar di bumi Indonesia.

READ MORE

 

Sejarah

Pada tahun 1958, THKTKH Khoe Hwee Jatim berbahasa Indonesia, mengganti nama menjadi “GKI Jawa Timur”.

 

READ MORE

 

Visi & Misi

GKI SW Jatim menjadi Gereja yang relevan dan berdampak di tengah masyarakatnya dalam rangka mewujudkan Kerajaan Allah di bumi

 

READ MORE

 

Kepengurusan

Susunan kepengurusan BPMSW GKI SW Jawa Timur 2014-2017

 

READ MORE

 

Instagram

 

 

Twitter

 

Departemen

 

 

Dept. Pengajaran & Etika

READ MORE

Dept. Oikumene & Kemasyarakatan

READ MORE

Dept. Informasi & Komunikasi

READ MORE

Dept. Sarana & Prasarana

READ MORE

Dept. Pendidikan

READ MORE

Pokja. Kemitraan

READ MORE

Komisi Musik & Liturgi

READ MORE

Komisi Kependetaan Sinode Wilayah

READ MORE

Panitia RS GKI

READ MORE

Dept. Pengembangan dan Sumber Daya Manusia

READ MORE

KLASIS & JEMAAT

 

KLASIS BANYUWANGI

Sekretariat: Jl. Taman Bendul Merisi Selatan 16, Surabaya 60239
Phone: (031) 8476738
Fax: -
Email : klasisbanyuwangi@yahoo.com

READ MORE


KLASIS BOJONEGORO

Sekretariat: Jl. Taman Bendul Merisi Selatan 16, Surabaya 60239
Phone: (031) 8481673
Fax: (031) 8420633
Email : klasis_bojonegoro@yahoo.co.id

READ MORE


KLASIS MADIUN

Jl. Taman Bendul Merisi Selatan 16, Surabaya 60239
Phone: (031) 8481674
Fax: (031) 8481674
Email : bpmkls_madiun@yahoo.co.id

READ MORE


DOWNLOAD

 

ALL DOWNLOADS

Artikel

 

media

Himne GKI Berkumandang
di Ketinggian 3265 mdpl

Berita Terkini / 16 September 2016


 

 

ALL ARTICLES






Renungan

 

media

Hanya Dekat ALLAH Saja Aku Tenang

Renungan Harian / 26 September 2016


media

Peringatan untuk Orang Kaya

Renungan Harian / 25 September 2016


media

Lebih Penting Daripada Menjadi Orang Penting

Renungan Harian / 24 September 2016


 

 

ALL RENUNGAN

CONTACT

(+62) 31 8476735, 8476736, 8476737

GEREJA KRISTEN INDONESIA SINODE WILAYAH JAWA TIMUR

Jalan Taman Bendul Merisi Selatan 18
Bendul Merisi, Wonocolo
Surabaya 60239, Jawa timur

info@gkiswjatim.org

Kepengurusan



SUSUNAN KEPENGURUSAN
BPMSW GKI SW JATIM
PERIODE 2014-2017

 

Ketua Umum : Pdt. Setyahadi (GKI Kutisari)

Ketua I : Pnt. Irwan Kristanto (GKI Jemursari)

Ketua II : Pdt. Didik Tridjatmiko (GKI Bromo)

Sekretaris Umum : Pdt. Sutrisno (GKI SW Jatim)

Sekretaris I : Pdt. Lindawati Mismanto (GKI Manyar)

Sekretaris II : Pdt. Novarita Malik (GKI Kebonagung)

Bendahara : Pnt. Lim Arif Alfian Noor (GKI Darmo Satelit)

Wakil Bendahara : Pnt. Kuswijanti Kawarno (GKI Ngagel)

Anggota :

- Pnt. Daniel T. Hage (GKI Diponegoro)

- Pdt. Djusianto (GKI Residen Sudirman)

- Pnt. Hari Harumadi (GKI Sidoarjo)

- Pnt. Sindu Prawira (GKI Pregolan Bunder)

- Pnt. Tjipto Wijono (GKI Ngagel)

 

 

 

 

Visi & Misi



VISI GKI SW JATIM

 

GKI SW Jatim menjadi Gereja yang relevan dan berdampak di tengah masyarakatnya

dalam rangka mewujudkan Kerajaan Allah di bumi

 


 

MISI GKI SW JATIM

 

  1. Menghayati dan menghidupi jati diri gereja yang mewujudkan Kerajaan Allah
    (Tujuan: Jemaat-jemaat GKI SW Jatim telah mampu menghayati jati dirinya sebagai warga Kerajaan Allah)

  2. Membangun gereja yang misioner
    (Tujuan: Jemaat-jemaat GKI SW Jatim telah menjadi Gereja yang Misioner)

  3. Membangun sistem organisasi gereja yang kontekstual
    (Tujuan: GKI SW Jatim telah menemukan sistem organisasi gereja yang kontekstual)

  4. Membangun spiritualitas yang semakin serupa Tuhan Yesus Kristus
    (Tujuan:
    Anggota jemaat lingkup GKI SW Jatim mampu menerjemahkan nilai-nilai spiritual dalam perilaku hidup sehari-hari sehingga semakin serupa dengan Tuhan Yesus Kristus)

  5. Mengupayakan Partisipasi aktif anggota jemaat dalam hidup menggereja
    (Tujuan: anggota jemaat lingkup GKI SW Jatim berpartisipasi aktif dalam hidup menggereja)

  6. Menyiapkan pemimpin yang memiliki kualitas kepemimpinan dan spiritualitas Kristosentris
    (Tujuan:
    GKI SW Jatim memiliki pemimpin-pemimpin yang memiliki kualitas kepemimpinandan spiritualitas Kristosentris)

 

 

 

Sejarah



Ada banyak pendapat, khususnya umat Tuhan di kalangan Jemaat Gereja Kristen Indonesia Jawa Timur, bahwa peristiwa pertobatan pemuda Petrus Oei Soei Tiong dipandang sebagai tonggak penting dalam rangkaian derap sejarah GKI Jatim. Sosok pemuda tersebut juga disebut-sebut sebagai “cikal bakal” dari GKI Jatim, walaupun dia bukanlah orang Tionghoa pertama-tama yang menjadi Kristen.

Sesungguhnya, sudah jauh sebelumnya Tuhan Yesus dengan tekun berulang kali singgah dan berdiri di depan pintu sambil mengetuk (Wahyu 3:20) Roh Kudus senantiasa berembus mempersiapkan waktu yang tepat bagi penyemaian, penumbuhan, penyebaran serta pengembangan firman Tuhan di wilayah Jawa Timur, (khususnya untuk orang-orang Tionghoa).

Sesungguhnya, Tokoh Oei soei Tiong tidaklah sendirian, karena jauh beberapa tahun sebelumnya sejarah menceritakan pada tahun 1826, Medhurst[1] telah memberitakan Injil di Surabaya, dalam rangka perjalanan penginjilannya. Meskipun masa perjalanannya itu dipandang terlalu pendek untuk dapat menghasilkan buah yang nyata, namun tidak mustahil, kalau karya penginjilannya menghasilkan jiwa-jiwa baru khususnya di kalangan orang-orang Tionghoa.

Lima tahun kemudian, 1837, Mary Aldersey, sosok penginjil wanita dari Inggris yang melakukan penginjilan di Surabaya dan tinggal di rumah Bapak Emde[2], mengumpulkan orang-orang Tionghoa yang telah menerima Injil. Sehingga pada waktu itu sudah terbentuk sekelompok orang Kristen Tionghoa di kota Surabaya.

47 tahun kemudian tepatnya tahun 1884, sebagaimana tercatat dalam “Riwayat Gereja Gereformeerd Surabaya”, tertulis pada waktu itu ada 75 orang telah melakukan kebaktian di tiga tempat, dengan menggunakan bahasa Belanda, Melayu dan Jawa. Pengunjung kebaktian kebaktian itu terdiri dari orang Belanda, Jawa dan Tionghoa.

Baru sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1894 terjadilah peristiwa Allah memperkenalkan InjilNya kepada Pemuda Oei Soei Tiong di Sidoarjo (baca selengkapnya di “mengenang kembali tokoh Oei Soei Tiong “)

Sejarah juga mencatat, di Bondowoso, pengenalan Injil di lingkungan orang Madura dan Tionghoa, telah dilakukan oleh “Panitia Jawa” mulai tahun 1880 dan salah satu sendelingnya adalah H. van der Spiegel, yang memulai penginjilannya dengan membuka sekolah di kawasan tempat tinggal orang-orang Tionghoa. Setelah mendirikan gedung Gereja, rumah pendeta, Sekolah dan rumah sakit sederhana di tengah kota, maka kegiatan penginjilannya di pindahkan. Salah satu murid dari sekolah tersebut adalah Tjan Kian Pa (Tjanda Kian Pangestu) (baca: sejarah GKI Bondowoso & GKI Banyuwangi)

 

Sekitar tahun 1891, Sendeling J. Kreemer mulai menjalankan pekabaran Injil di lingkungan orang-orang Tionghoa di Kendal Payak serta wilayah Malang dan sekitarnya[3]. Disebutkan pada tahun 1897, ada 125 orang-orang Tionghoa yang telah dibaptis dan menjadi anggota jemaat Kendal-Payak[4]

Peranan orang Tionghoa jemaat Kendal Payak, yang banyak tinggal di Malang, sangat penting dalam sejarah Gereja di Jawa Timur. Hal ini dapat dilihat dari latar belakang kenyataan, mengapa Oei Soei Tiong dan kawan-kawannya dari Sidoarjo meminta pelayanan baptisannya di Kendal Payak. Betapa mereka harus menempuh perjalanan yang cukup jauh antara Sidoarjo - Kendal Payak (sekitar 60 Km), karena boleh jadi, mereka telah mendengar bahwa di jemaat itu telah terkumpul banyak orang-orang Kristen asal Tionghoa.

Dalam 3 dasa warsa pertama abad 20, persemaian Jemaat Tuhan itu terjadi di kawasan Jawa timur, antara lain di kota-kota Sidoarjo, Surabaya, Bangil, Malang, Mojosari-Mojokerto, Bondowoso dan beberapa tempat lainnya. Hanya saja, saat itu masing-masing tumbuh secara sendiri-sendiri, tanpa suatu koordinasi tertentu.

 

LAHIRNYA “GEREJA” THKTKH     (26 Juni 1932)

Awal tahun 1930, seorang pendeta Oost Java Zending dari Gereformeerd Kerken in Hersteld Verband (Belanda) bernama Ds H.A.C Hildering diutus ke Jawa Timur, untuk melayani orang-orang Kristen Tionghoa.[5]

Sebelumnya beliau mempersiapkan diri beberapa waktu lamanya tinggal di Amoy, Tiongkok. Baru pada awal tahun 1932, Ds H.A.C Hildering datang ke Surabaya.

Masa pelayanannya tercatat selama 20 tahun lebih,

yang merupakan masa terkuaknya “suatu babakan baru” bagi kelahiran Gereja di Jawa Timur.

Dari laporan berkalanya kepada lembaga yang mengutusnya, Ds H.A.C Hildering, menulis bahwa, diluar Surabaya ditemukan 4 kelompok orang Kristen Tionghoa. Keempat kelompok itu terdapat di Bangil, Mojokerto, Mojosari dan Malang. Mereka membentuk satu “ikatan”(Bond), Kristen Tionghoa yang dikenal dengan nama Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH),bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah “Gereja Kristen Tionghoa”, yang mana sebutan nama itu, adalah sama dengan “The Church of Christ”    di Tiongkok. Ketua Bond (ikatan) adalah bapak Petrus Oei Soei Tiong, dan penulis adalah bapak G.I Mattheus Jr dan penginjil dari kelompok Malang.

Pengambilan nama THKTKH tersebut hanya mengadopsi dari Tiongkok, tanpa menghayati makna “gerejawi”nya. Karena selama ini makna ikatan tersebut masih terbatas hanya pada forum persidangan yang disebut “Konperensi Kristen Tionghoa”. Ds H.A.C Hildering memberikan penjelasan tentang makna gerejawi yang terkandung dalam sebutan Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee. Berdasarkan penjelasan-penjelasan itu, maka pada perkembangan selanjutnya, mereka mengadakan perubahan untuk meningkatkan statusnya menjadi ikatan yang benar-benar gerejawi.

Perubahan mana nampak dalam keputusan Konperensi Kristen Tionghoa pada tanggal 26 Juni 1932, yang memutuskan mengubah nama “perkumpulan” menjadi “Gereja”. Gereja yang baru tersebut terdiri dari kelompok Bangil, Mojokerto, Mojosari dan Malang.

Untuk merealisasikan keputusan diatas, maka pada 31 Juli 1932, di Gereja Kristen Jawa Timur, Talun Malang, Ds H.A.C Hildering meneguhkan empat tua-tua: dua dari Malang atas nama Herbert G. Low dan Ny Elizabeth Tjikra dan dua dari Mojosari, masing-masing Lie Liong Biauw dan Sie Ing Swie, waktu itu untuk Bangil belum ada yang dapat diangkat menjadi Tua-tua.

Peristiwa Talun, 31 Juli 1932, dilanjutkan dengan rapat Majelis yang pertama. Dalam rapat tersebut diputuskan dan ditetapkan susunan kemajelisan sebagai berikut, Penasihat adalah Ds H.A.C Hildering dan DS J.Pik, Ketua adalah Guru Injil Oei Soei Tiong, Penulis adalah GI Mattheus Jr, dan bendahara adalah Tua-tua dari Mojosari.

Ds H.A.C Hildering, di salah satu konperensi sendeling di Jawa Timur pada bulan Mei 1933 mengusulkan agar G.I. Oei Soei Tiong ditahbiskan menjadi Pendeta, sebagai penghargaan atas jerih payahnya selama ini serta pertimbangan kemampuan pelayanannya. Mengingat usianya yang sudah mencapai 50 tahun, sehingga tidak mungkin baginya mengenyam pendidikan Theologia secara formal. Usulan tersebut mendapat persetujuan dari peserta konperensi. Satu tahun kemudian, tanggal 30 Juli 1933, G.I. Oei Soei Tiong ditahbiskan dalam jabatan pendeta bertempat di Geredja Kristen Djawi Wetan, (GKDW) Malang, disaksikan oleh segenap anggota jemaat dan para Pendeta setempat.

 

Perkembangan selanjutnya, pada Agustus 1933 Sdr. Khoe Soen Thay diteguhkan sebagai tua-tua di Jatiroto. Menyusul pada November 1933, Sdr. Y. Ong Thwan Hok diteguhkan sebagai Guru Injil. Peneguhannya terjadi atas usulan Pdt. Oei Soei Tiong dalam rapat Majelis tanggal 21 September 1933 yang disepakati oleh kelompok Jatiroto, Bondowoso dan konperensi Sendeling Jawa Timur. Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, maka sdr Tjan Kian Pa (Tjanda Kian Pangestu), ditetapkan sebagai Voorganger (Penganjur / Penghulu), meskipun tanpa peneguhan resmi.

Perjalanan Gereja menjelang akhir 1933, kembali ditandai peristiwa penting, yaitu pada September, dalam suatu rapat Majelis Gereja telah diputuskannya, bahwa ke empat kelompok Jemaah Kristen Tionghoa yang merupakan yang “satu Gereja” dan “satu Majelis”, diubah menjadi tiga gereja setempat yang dipersatukan selaku Klasis, atau “Majelis Gereja Besar”. Adapun ketiga gereja setempat itu masing-masing adalah Malang,    Bangil (termasuk Surabaya, Mojokerto, Mojosari, Probolinggo, Krasakan) dan Jatiroto (sampai daerah Besuki). Alasan pembagian tersebut adalah, di Bangil ada Pdt Oei Soei Tiong, di Malang ada G.I. Mattheus Jr, dan di Jatiroto ada G.I Ong Thwan Hok.       Diharapkan pada awal tahun 1934, Majelis Gereja Besar itu sudah bisa bersidang untuk pertama kalinya. (baca juga di Sejarah GKI Mojokerto)

 

PERTEMUAN 22 Februari 1934

Dua hamba Tuhan Ds. H.A.C Hildering dan Pdt. Oei Soei Tiong, melalui setiap kesempatan yang ada selalu mengungkapkan, betapa pentingnya hubungan kesatuan Gereja-gereja Tionghoa di Jawa Timur. Karena hal itu sangat diperlukan sebagai bentuk ikatan gerejawi yang mantap dan bersengaja, juga berfungsi sebagai wadah untuk membahas serta menanggulangi segenap persoalan secara bersama sama.

Guna mempersiapkan pertemuan 22 Februari 1934, tersebut, secara bersengaja Ds H.A.C Hildering sendiri menyempatkan pergi ke Jakarta, untuk bertemu dengan pengurus Gereja Protestan dan memberikan penjelasan secara resmi perihal betapa pentingnya arti pertemuan yang akan diselenggarakan pada 22 Februari 1934 tersebut.

Bahkan secara khusus, dalam Konperensi para Sendeling yang bekerja di Jawa Timur, pada tanggal 10-17 Februari 1934, Ds H.A.C Hildering, menyampaikan penjelasan perihal perkembangan pelayanannya di lingkup jemaat jemaat Jawa Timur, Khususnya rencana pertemuan 22 Februari tersebut

Pertemuan tanggal 22 Februari 1934 dicanangkan secara khusus, karena pertemuan ini memliliki keistimewaan tersendiri.

Pertemuan 22 Februari 1934 akan mencakup lingkup geogarfis lebih luas, yakni meliputi hampir segenap kawasan Jawa Timur.

Disamping itu, bila pertemuan 31 Juli 1932 lebih didekati dari sudut pandang “Gereja Regionalis” maka, pertemuan 22 Februari 1934 memberikan cerminan “ Gereja Universalis”.

Apa yang dicetuskan dan kemudian diputuskan pada 22 Februari 1934 itu lalu dituangkan dalam “Soerat Antjasan” yang ditulis dalam ejaan Indonesia “kuno” yang meliputi 2 aspek

  1. Aspek Motivasi, yang mempunyai makna :

Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee, Yangmenjadi perhimpunan bangsa Tiong Hwa Kristen Jawa Timur, dan berasaskan Gereja Protestan Harus mempunyai gereja sendiri serta mempunyai persekutuan dalam satu haluan (tujuan) yang saling membantu satu sama lain, yang kuat membantu yang lemah, karena hal itu merupakan kekristenan sejati, serta guna meneguhkan hidup kerohanian.

  1. Aspek Idealisme, mempunyai makna :

Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee harus mampu mandiri, baik dibidang daya maupun dana. Hal tersebut tidak perlu lagi bantuan dari pihak lain, Ibarat seorang anak yang mulai mandiri, namun tetap tidak melupakan Jasa Orang tua, khususnya guna untuk meminta nasihat, pengarahan demi kebaikan dan pengembangan. (Yang diartikan “orang tua” disini adalah Badan Pekabaran Injil Belanda)

Maka pada Tanggal 22 Februari 1934 tersebut diputuskan secara resmi berdirinya “THKTKH Klasis Jawa Timur” dengan Majelis besar atau Tay Hwee dari ketujuh Gereja setempat, Yaitu : Bangil, Probolinggo, Mojokerto, Mojosari, Malang, Bondowoso, dan Jatiroto.

Pengurus Hariannya terdiri dari:
Penasihat  : Ds. H.A.C Hildering & J.Pik
Ketua  : Pdt. Oei Soei Tiong
Sekretaris  : Sdr. Liem Liang Kiem
Bendahara : Sdr. Lie Jeng Kiet

Majelis Besar (Tay Hwee) ini, bersidang setahun sekali, dengan agenda membahas laporan tahunan dan memilih Pengurus Baru.

Dari sinilah dapat disimpulkan bahwa, besar kemungkinannya, bahwa Oei Soei Tiong, memang bukanlah orang Tionghoa Kristen yang pertama, Namun dari fakta historis terbukti bahwa tokoh Oei Soei Tiong, merupakan “Cikal Bakal” keberadaan GKI Jawa Timur.     

Peristiwa 22 Februari 1934, setidaknya telah mendorong keinginan Jemaat Tionghoa (Totok) di Surabaya dan Malang untuk bergabung dengan THKTKH Khoe Hwee Jatim.

Penggabungan Jemaat tersebut disahkan pada persidangan Gerejawi ke-2 tanggal 9 Agustus 1934 di Bangil.

Hasrat jemaat-jemaat lain untuk bergabung dengan THKTKH Khoe Hwee Jatim semakin meluas seperti Blitar, Lumajang, bahkan hingga Sumenep dan Pamekasan.

 

Perkembangan antara 1937 – 1939

Wilayah Kejemaatan meliputi :

Wilayah Bangil ( termasuk Besuki, Jatiroto, Krasakan, Lumajang, Porong, Krian, Gudo, Babad, Madiun, Ponorogo, Ngawi dan Sarangan. ), wilayah Bondowoso, Malang, Mojokerto,   Mojosari, Surabaya (Sambongan), termasuk yang berbahasa Kanton dan wilayah Surabaya (Johar) sedangkan wilayah Blitar , perkembangan lebih lanjut makin menjurus ke aliran Gereja Baptis, sehingga tidak lagi bergabung dengan THKTKH Khoe Hwee Jatim.

 

Perkembangan tahun 1949-1954

Dampak penyerahan kedaulatan Dari pemerintah Hindia Belanda kepada Pemerintah RI berpengaruh pada perkembangan Gereja Tuhan, demikian halnya dengan THKTKH Khoe Hwee Jatim. Berdasarkan kesadaran sosial Budaya anggotanya sebagai Warga Negara RI, Jemaat THKTKH Khoe Hwee Jatim yang berbahasa Indonesia/Melayu ( peranakan ) lebih merasa dibangkitkan rasa ke”Nasionalan”nya, sehingga ada kecenderungan ingin memisahkan diri dari kalangan totok, yang masih tebal rasa ke”Tionghoaan”-nya.

 

Perkembangan tahun 1954

Pada Akhirnya, tahun 1954, secara de Facto, terjadilah pemisahan di antara keduanya, yang masing-masing berdiri sendiri, yaitu THKTKH Khoe Hwee Jatim “seksi” bahasa Indonesia dan THKTKH (sekarang GKI) Khoe Hwee seksi Bahasa Tionghoa.

 

Tanggal 17 April 1956

Kenyataan adanya “dua Gereja” yang masing-masing telah berdiri sendiri berlangsung sekitar dua tahun.

Keterpisahan dua gereja tersebut lalu dikukuhkan secara “de Jure” pada tanggal 17 April 1956. Keputusan formal gerejawi tersebut terjadi pada rapat terakhir THKTKH Khoe Hwee Jatim Surabaya.

Ketika terjadi pemisahan tersebut anggota Jemaat THKTKH Khoe Hwee yang berbahasa Indonesia berjumlah sekitar 2000 Umat, yang tersebar di kota-kota Surabaya, Malang, Mojokerto, Madiun dan Bondowoso

Pada tahun 1958, THKTKH Khoe Hwee Jatim berbahasa Indonesia, mengganti nama menjadi “GKI Jawa Timur”.

 

PENETAPAN HUT GKI JAWA TIMUR

Pada akhirnya, Persidangan Sinode GKI Jatim XXXVII tahun 1983 telah memutuskan, menetapkan Hari Jadi GKI Jatim jatuh pada tanggal 22 Pebruari 1934 (Akta Persidangan Terbuka Sinode GKI Jatim XXXVII, pasal 66 ayat 2)

[1] Pengijil Inggris, khusus kalangan Tionghoa di jatim (termasuk juga Mary Aldersey, 1837) ,A.de Jong  hasil studi dan penelitian,

[2]Salah satu penginjil di kalangan gereja jawa di Jatim

[3] CW Nortier, Tumbuh dewasa

[4] Desa kecil 7 km selatan Malang

[5] A.de Jong, hasil studi dan penelitian

 

Dikutip dari buku "77 Tahun GKI SINODE WILAYAH JAWA TIMUR"

Tentang Kami



GKI dikenal sebagai gereja yang terbuka di Indonesia. Kepanjangan singkatan GKI adalah GEREJA KRISTEN INDONESIA, bukan GEREJA KRISTEN di INDONESIA sesungguhnya menyatakan bahwa Gereja Tuhan yang satu ini adalah Gereja yang bertumbuh dan berakar di bumi Indonesia. GKI tidak bisa dipisahkan dari sejarah Indonesia.

Bermula dari Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH) yang kemudian di tahun 1958 dalam persidangan Sinode Wilayah VII di Bondowoso diubah menjadi GKI Jatim. Dalam perjalanan sejarahnya, kepemimpinan gerejawi GKI di Jawa Timur, dengan sebutan

  • Moderamen Sinode GKI Jatim  : Tahun 1934-1991
  • BPMS GKI Jatim  : Tahun 1991-1999
  • BPMSW GKI Sinode Wilayah Jawa Timur  : Tahun 1999 – sekarang

 

Periode Kepemimpinan/ Masa Pelayanan

Periode/ Masa pelayanan pada awalnya satu (1) tahun, dengan variasi kadang-kadang dua (2) tahun. Sejak tahun 1995, periode/ masa pelayanan empat (4) tahun.

Susunan secara umum terdiri dari Ketua (dan Wakil Ketua), Penulis-penulis, Bendahara; dan anggota pada periode tertentu. Dengan periode khusus:

  • tahun 1934 – 1952 terdapat Penulis Bahasa Indonesia dan Penulis Bahasa Tionghoa.
  • tahun 1948 – 1949 terdapat Penasihat dan Penerjemah.

 

Persidangan

Persidangan dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. Dalam pekembangan menjadi sekali dalam dua tahun. Khusus pada tahun 1942 – 1947, Pendudukan Jepang dan Revolusi tak ada persidangan Sinode.

 

Ketua Umum Moderamen/ Badan Pekerja Majelis Sinode/ Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah

Sepanjang sejarah kepemimpinan Moderamen Sinode GKI Jatim, BPMS GKI Jatim maupun BPMSW GKI Sinode Wilayah Jawa Timur , baru pada masa pelayanan 2009 – 2013, dalam persidangan Majelis Sinode Wilayah GKI Sinode Wilayah Jawa Timur tahun 2009 di Kediri, terpilihlah personalia BPMSW dengan Ketua Umum seorang perempuan dalam diri Pdt. Sri Agus Patnaningsih.

 

Pembentukan Klasis-klasis

Pada tahun 1990 dalam Persidangan ke-50 GKI Sinode Wilayah Jawa Timur di GKI Bondowoso, dibentuklah 3 klasis. Selanjutnya masing-masing pada tahun 1991 menyelenggarakan Persidangan Majelis Klasis pertama. Selanjutnya persidangan Majelis Klasis berlangsung sekurang-kurangnya sekali dalam satu (1) tahun. Klasis dipimpin oleh Badan Pekerja Majelis Klasis (BPMK).

Penetapan pengelompokan keanggotaan dalam tiga (3) klasis dengan pertimbangan wilayah:

Timur  : Klasis Banyuwangi

Utara  : Klasis Bojonegoro

Selatan : Klasis Madiun

 

 

 

Dikutip dari buku "77 Tahun GKI Sinode Wilayah Jawa Timur"

Dept. Pengembangan dan Sumber Daya Manusia




Kepengurusan Periode 2015-2016


Majelis Penghubung : Pnt. Sindu Prawira (BPMSW GKI SW Jatim)
Ketua : Pdt. Wahyu Pramudya (GKI Ngagel)
Wakil Ketua : Bp. Trijoko Siswantoro (GKI "DaSa")
Sekretaris : Pnt. Timotius Handoko Setiawan (GKI Madiun)
Bendahara : Erlina Halim (GKI Pregolan Bunder)
Anggota :
- Pnt. Edy Widayat (GKI Mojokerto)
- Bp. Sudibiah Mardi Pracaya (GKI Ressud)
- Pdt. Rachmat Z. Mustika (GKI Ressud)

 


 

PROGRAM 2016/2017

  1. Pelatihan Kotbah Metode Langham Tahap II
  2. Penyusunan Konsep, Kurikulum, dan Kebijakan Bina Penatua GKI SW Jatim untuk  Pengembangan Tahun Pelayanan III
  3. Penyusunan Modul dan Pelatihan Spiritualitas dan Kepemimpinan Kristosentris
  4. Komunikasi dalam Rangka Koordinasi dan Pengembangan Potensi Pemuda GKI di Lingkup SW Jatim
  5. Teen Holiday Camp
  6. Studi Organisasi dan SDM GKI SW Jatim Masa Depan
  7. Lokakarya Pengembangan Pelayanan Pemuda dan Remaja

Panitia RS GKI


Sedang Dalam Proses Pengerjaan



Kepengurusan Periode 2015-2016


Komisi Kependetaan Sinode Wilayah


 

 



Kepengurusan Periode 2015-2016


Majelis Penghubung : Pdt. Lindawati Mismanto (GKI Manyar)
Ketua : Pdt. Samuel Christono (GKI "Darmo Permai")
Wakil Ketua : Pdt. Em. Samuel Tjahjadi (GKI SW Jatim)
Sekretaris : Pdt. S. Wahyudi Lewier (GKI SW Jatim)

Divisi Rekrutmen dan Seleksi
- Pdt. Dwi Santoso (GKI Batu)
- Pdt. Erlinda Suryani Zebua (GKI Merisi Indah)
- Pdt. Sandi Nugroho (GKI Pregolan Bunder)

Divisi Pembinaan dan Pendampingan Mahasiswa Teologi
- Pdt. Nathanael Channing (GKI Sulung)
- Pdt. Agus Wijanto E.S. (GKI Tumapel)

Divisi Pendampingan dan Pengembangan Pendeta dan Calon Pendeta
- Pdt. Em. Andreas Agus Susanto (GKI SW Jatim)
- Pdt. Em. B.J. Siswanto (GKI SW Jatim)
- Pnt. Gideon Sugiarto GKI Ngagel)

Divisi Tenaga Pelayanan Gerejawi
- Pdt. Em. Yusak Santoso (GKI SW Jatim)
- Pnt. Eddy Gunawan (GKI Ressud)

 

 


 

 PROGRAM 2016/2017

  1. Minggu Panggilan Pelayanan (MPP)
  2. Pengkondisian dan Pendeteksian Awal
  3. Bina Calon Kader (1 dan 2) dan Sosialisasi Kebutuhan Pendeta/TPG
  4. Seleksi Calon Mahasiswa Teologi
  5. Kebaktian Pengutusan Mahasiswa Teologi
  6. Pembinaan dan Pendampingan Mahasiswa Teologi
  7. Pendanaan Mahasiswa Teologi (Kader) Asal GKI Sinode Wilayah Jawa Timur
  8. Percakapan Resmi dengan Kader
  9. Aktifitas Persekutuan Mahasiswa Teologi (PMT) di SAAT dan STT Aletheia
  10. Penyiapan Peserta Pendidikan Persiapan Kependetaan (PPK)
  11. Kegiatan Pada Masa Tunggu Program PPK
  12. Bina Kader dan PPK
  13. Pengembangan Pendeta dan Tenaga Pelayanan Gerejawi (TPG)
  14. Pendampingan Pendeta dan TPG
  15. Pembinaan, Penyegaran dan Kebersamaan Pendeta/Calon Pendeta, Pasangan dan Keluarga
  16. Pemberdayaan dan Pendampingan Emeritus dan Janda Pendeta

Komisi Musik & Liturgi




Kepengurusan Periode 2015-2016


Majelis Penghubung : Pnt. Hari Harumadi (BPMSW GKI SW Jatim)
Ketua : Pdt. Natanael Sigit Wirastanto (GKI Krian)
Sekretaris : Bp. David Susanto (GKI DaSa)
Bendahara : Ibu Edita P. Paramita (GKI Ressud)
Anggota :
- Sdr. Eldo Christopher Saelan (GKI Mojokerto)

 


  

PROGRAM 2016/2017

  1. Pembuatan Liturgi Tematis
  2. Lokakarya Liturgi
  3. Pertemuan Raya Pelayan Ibadah (PRPI)

Pokja. Kemitraan




Kepengurusan Periode 2015-2016


Majelis Penghubung : Pdt. Djusianto dan Pdt. Novarita (BPMSW GKI SW Jatim)
Ketua : Pdt. Andreas Catur Wismantono (GKI Kediri)
Sekretaris : Ibu Moida Andriono (GKI Ressud)
Bendahara : Ibu Ester Lazuardi (GKI PTI)
Anggota :
- Pdt. Agustina Manik (GKI Sulung)
- Ibu Diah Ris Kuntarti (GKi Bromo)
- Ibu Magdalena Bening Indriati (GKI Sidoarjo)
- Pdt. Claudia S. Kawengian (GKI Diponegoro)

 


 

 PROGRAM 2016/2017

  1. Kerjasama dengan Savy Amira
  2. Kerjasama dengan DPP SDM: Jurnal Perempuan dan Universitas di Surabaya
  3. Kerjasama dengan Pondok Hayat
  4. Konsultasi Hukum
  5. Camp Dewasa
  6. Publikasi dan Studi Banding
  7. Peringatan Hari Perempuan Sedunia
  8. Dana Operasional Kerjasama Penggunaan Shelter dengan Savy Amira
  9. Perabotan untuk Rumah Shelter

Dept. Pendidikan




Kepengurusan Periode 2015-2016


 

Majelis Penghubung : Pdt. Djusianto (BPMSW GKI SW Jatim)
Ketua : -
Sekretaris : -
Bendahara : -
Anggota :
-
-
-
-

 


 

PROGRAM 2016/2017

  1. Penggalangan Dana Kemitraan
  2. Pengembangan SDM dan Organisasi Sekolah
  3. Kunjungan ke Sekolah-sekolah
  4. Dokumentasi Profil Sekolah
  5. Pertemuan Bersama Pengurus Yayasan dan Majelis Jemaat
  6. Dukungan Dana untuk Biaya Operasional

Dept. Sarana & Prasarana




Kepengurusan Periode 2015-2016


 

Majelis Penghubung : Pnt. Lim Arif Alfian Noor (BPMSW GKI SW Jatim)
Ketua : Pnt. Andi Samalo (GKI Diponegoro)
Sekretaris : Ibu Betty Indrasari S. (GKI PTI)
Bendahara 1 : Bp. Hadi Widjaja Limantono (GKI Pregolan Bunder)
Bendahara 2 : Ibu Nini Angraini R. (GKI PTI)
Anggota :
- Bp. Tri Sasaongko (GKI Mojokerto)
- Pnt. Titus Setyawitjaksana (GKI Ressud)
- Pnt. Eka Harianto Wibisono (GKI "Emaus")
- Bp. Hardja Goenadibrata (GKI "DaSa")

 

 


 

PROGRAM 2016/2017

  1. Pemeliharaan Rumah Kantor GKI SW Jatim
  2. Mengatur Operasional Griya Kusuma Indah - Pacet
  3. Perluasan Griya Kusuma Indah
  4. Pembaharuan di Beberapa Titik Area Griya Kusuma Indah
  5. Pengadaan Rumah Pendeta
  6. Pembuatan Taman di Belakang Area Rumah Kantor GKI SW Jatim
  7. Perlengkapan Ruang Perpustakaan Rumah Kantor GKI SW Jatim

Dept. Informasi & Komunikasi




Kepengurusan Periode 2015-2016


 

Majelis Penghubung : Pnt. Daniel Teofilus Hage (BPMSW GKI SW Jatim)
Ketua : Pdt. Ariel Aditya Susanto (GKI Jemursari)
Sekretaris : Ibu Indriati Tanamas (GKI PTI)
Anggota :
- Pnt. Elia Indargo (GKI Diponegoro)
- Pnt. Lukas Sutjahjo (GKI "DaSa")
- Pnt. Ronald Louhenapessy (GKI Merisi Indah)
- Pdt. Yoel Ang (GKI Denpasar)
- Pnt. Soewandi Tedjo (GKI Sulung)
- Pdt. Em. B.J. Siswanto (GKI SW Jatim)
- Pnt. Wilton Philantropy (GKI Kutisari)

 


 

PROGRAM 2016/2017

  1. Majalah Pemuda Ignite
  2. Penerbitan Majalah Sukita (versi cetak)
  3. Penerbitan Majalah Sukita (versi digital)
  4. Sosialisasi Website GKI SW Jatim
  5. Revitalisasi Website GKI SW Jatim

Dept. Oikumene & Kemasyarakatan




Kepengurusan Periode 2015-2016


Majelis Penghubung : Pnt. Tjipto Wijono (BPMSW GKI SW Jatim)
Ketua : Pdt. Simon Filantropha (GKI SW Jatim)
Sekretaris : Bp. Sandi Purnama (GKI Sidoarjo)
Bendahara : Pnt. Inggriati Djojoseputro (GKI Diponegoro)
Anggota :
- Pdt. Andri Purnawan (GKI "DaSa")
- Pdt. Martin K. Nugroho (GKI Bondowoso)
- Pnt. Yulius Bernhard Mboeik (GKI Ressud)
- Bp. Johannes Darjastono (GKI "Sepanjang")

 


 

PROGRAM 2016/2017

  1. Rumah Belajar Pluralisme
  2. Gerakan Desa Membangun
  3. Pemberian Bantuan Honor Tenaga Taruna Siaga Bencana
  4. Dialog Lintas Iman Membangun Jaringan Hidup Saling Percaya
  5. Anak Cinta Air, Bumi, dan Lingkungan
  6. Pelatihan Tim Gerakan Kemanusiaan Indonesia
  7. Advokasi Peduli dan Pembela Lingkungan
  8. Survei Persepsi tentang GKI
  9. Pembuatan Panduan Berjejaring
  10. Bantuan pada Lembaga/Kemasyarakatan
  11. Safari PILKADA Serempak

 

Dept. Pengajaran & Etika




Kepengurusan Periode 2015-2016


 

Majelis Penghubung : Pdt. Didik Tridjatmiko (BPMSW GKI SW Jatim)
Ketua : Pdt. Leonard Andrew Immanuel (GKI Sidoarjo)
Sekretaris : Pdt. Erlinda Suryani Zebua (GKI Merisi Indah)
Bendahara : Pdt. Florida Rambu Bangi Roni (GKI Ngagel)
Anggota :
- Pdt. Diah Nooraini Kristanti (GKI Banyuwangi)
- Pdt. Johannes Dharmawan (GKI Pregolan Bunder)
- Pdt. Hero Guntoro (GKI Sulung)
- Pdt. Iwan Sukmono (GKI Bojonegoro)

 


 

PROGRAM 2016/2017

  1. Penerbitan Buku Karya Pendeta GKI SW Jatim
  2. Focus Grup Discussion

BPMK GKI KLASIS MADIUN



Sekretariat


Jl. Taman Bendul Merisi Selatan 16, Surabaya 60239
Phone: (031) 8481674
Fax: (031) 8481674
Email : bpmkls_madiun@yahoo.co.id


Nama Gereja/Jemaat


  1. GKI MADIUN

    Jl. Barito 91, Madiun

    Telp. (0351) 492279

    Email. gkimadiun@yahoo.co.id


    Jam Kebaktian

    Kebaktian I. 06:00

    Kebaktian II. 9:00

    Kebaktian P/R. 17:00


    Pos Jemaat

    Caruban

    Kebaktian 17.00


    Pendeta

    Pdt. Triatmoko Adipramono

    Jl. Kebraon Manis Selatan I/35, Surabaya 60222

    Telp. (031) 7663535); Mobile. 08123158441

    Email. tri_ap@yahoo.com

     

     

  2. GKI MOJOKERTO

    Jl. Gajah Mada 116, Mojokerto 61313

    Telp. (0321) 322908

    Email. gki.mojokerto@gmail.com


    Jam Kebaktian

    Kebaktian I. 06:30

    Kebaktian P/R. 08:30

     

    Jl. Raya Lawu 2, Mojokerto

    Telp. (0321) 326694

    Jam Kebaktian

    Kebaktian I. 17:00


    Bajem

    Pacet, Jl. Bintang Kejora, Pacet

    Telp. (0321) 690067

    Kebaktian I. 17.30


    Pendeta

    Pdt. Samuel Dian Pramana

    Jl. Lawu Raya 2A, Mojokerto

    Telp. (0321) 395060 ; Mobile. 085747515757

    Email. muel_sha@yahoo.com

     

     

  3. GKI MOJOSARI

    Jl. Niaga 111, Mojosari 61382

    Telp. (0321) 591218


    Jam Kebaktian

    Kebaktian I. 06:00

    Kebaktian P/R. 8:00


    Pendeta

    Pdt. Atdi Susanto

    Jl. Niaga 129 A, Mojosari 61218

    Telp. (0321) 592486 ; Mobile. 085230191959

    Email. barasetia@yahoo.com

     

     

BPMK GKI KLASIS BOJONEGORO



Sekretariat


Sekretariat: Jl. Taman Bendul Merisi Selatan 16, Surabaya 60239
Phone: (031) 8481673
Fax: (031) 8420633
Email : klasis_bojonegoro@yahoo.co.id


Nama Gereja/Jemaat


  1. GKI BOJONEGORO

    Jl. Rajawali 156-158, Bojonegoro 62117

    Telp & Fax. (0353) 881294

    Email. gkibojonegoro@yahoo.com


    Jam Kebaktian

    Kebaktian I. 06:00

    Kebaktian II. 16:30

    Kebaktian P/R. 09:00


    Pos Jemaat

    Jl. HOS Cokroaminoto 673, Dander, Bojonegoro

    Kebaktian 9.30

    Desa Sendangrejo, Parengan

    Kebaktian 9.00


    Pendeta

    Pdt. Iwan Sukmono

    Jl. Tri Tunggal 49, Bojonegoro

    Mobile. 081230552169

    Email. iwansukmono@yahoo.com

     

     

  2. GKI GRESIK

    Jl. Dr. W. Sudirohusodo 712, Kembangan – Gresik 61161

    Telp & Fax. (031) 3951393

    Email. gki_gresik@yahoo.com


    Jam Kebaktian

    Kebaktian I. 07:00

    Kebaktian P/R. 09:00


    Pendeta

    Pdt. Gidyon

    Jl. Kalimantan 125, Perum. GKB. Gresik 61151

    Telp. (031)3957234; Mobile. 081330146153

    Email. gidyonbararada@yahoo.com

     

     

  3. GKI SULUNG

    Jl. Sulung Sekolahan 2A, Surabaya 60174

    Telp. (031) 3533836, 3539105; Fax. (031) 3534319

    Email. kantor.gkisulung@gmail.com


    Jam Kebaktian

    Kebaktian I. 06:30

    Kebaktian II. 9:00

    Kebaktian II. 17:00

    Kebaktian P. 9:00

    Kebaktian R. 9:00


    Bajem

    Jl. Demak Jaya II/ 3-5, Surabaya

    Kebaktian I. 09.00

    Kebaktian R. 07.00


    Pendeta

    Pdt. Nathanael Channing

    Jl. Parang Barong 11, Surabaya 60176

    Telp. (031) 3541258; Mobile. 081229918837

    Email. channing@indo.net.id, nathanael_channing@yahoo.com

     

    Pdt. Agustina Manik

    Jl. Sutorejo Utara IV/26, Surabaya 60113

    Telp. (031) 5934243; Mobile. 08123510354

    Email. manik.nina@gmail.com

     

    Pdt. Hero Guntoro

    Jl. Simorejo 18 no.9, Surabaya

    Telp. (031) 5454655; Mobile. 0817320927

    Email. hero_guntoro@yahoo.co.id

     

    Pdt. Ruth Retno Nuswantari

    Jl. R.P. Soenarjo Gondokusumo 18, Surabaya

    Telp. (031) 5325595; Mobile. 0818596542

    Email. rrn29357@gmail.com, rrn29357@yahoo.co.id

     

    Pnt. Soewandi Tedjo

    Jl. Donokerto IX/ 23,Surabaya 60141

    Telp. (031) 3763627; Mobile. 08155145069

    Email. gkiss@sby.dnet.net.id

     

     

BPMK GKI KLASIS BANYUWANGI



Sekretariat


Sekretariat: Jl. Taman Bendul Merisi Selatan 16, Surabaya 60239
Phone: (031) 8476738
Fax: -
Email : klasisbanyuwangi@yahoo.com


Nama Gereja/Jemaat


  1. GKI BANYUWANGI

    Jln. Letjen Sutoyo Siswomiharjo 15, Banyuwangi 68416

    Telp. (0333) 423733

    Email. gki_banyuwangi@yahoo.com


    Jam Kebaktian

    Kebaktian I. 06:30

    Kebaktian II. 17:30

    Kebaktian P/R. 08:30


    Pendeta

    Pdt. Diah Noorani Kristanti

    Jl. Letjen.Sutoyo Siswomihardjo 19 Banyuwangi

    Telp. (0333) 421788; Mobile. 081328352925

    Email. diahnk@yahoo.com

     

     

  2. GKI BONDOWOSO

    Jl. Yos Sudarso 147 B, Bondowoso 68212

    Sekretariat:

    Jl. Letnan Sudiono 19/23, Bondowoso 68211

    Telp. (0332) 421287; Fax. (0332) 427001

    Email. gkibondowoso@gmail.com


    Jam Kebaktian

    Kebaktian I. 06:00

    Kebaktian II. 16:30

    Kebaktian P/R. 09:00


    Pendeta

    Pdt. Martin K. Nugroho

    Jl. Letnan Sudiono 19/23, Bondowoso 68211

    Telp. (0332) 421287; Fax. (0332) 427001; Mobile. 08112719388

    Email. martin.irma@gmail.com

     

     

  3. GKI JEMBER

    Jl. Sentot Prawirodirdjo 18, Jember 68133

    Telp & Fax. (0331) 482624

    Email. gkijember@yahoo.com


    Jam Kebaktian

    Kebaktian I. 06:30

    Kebaktian II. 9:00


    Konsulen

    Pdt. Djusianto

    Jl. Wisma Permai Tengah 11, Blok DD no. 5, Surabaya

    Telp. (031) 5922120; Mobile. 0818570098

    Email. djusianto@yahoo.com

    Calon Pendeta

    Pnt. Michael Santoso Wijaya

     

     

  4. GKI PASURUAN

    Jl. Panglima Sudirman 23, Pasuruan 67115

    Telp & Fax. (0343) 421971

    Email. gkipasuruan@yahoo.com


    Jam Kebaktian

    Kebaktian I. 09:00

    Kebaktian P/R. 07:00


    Pendeta

    Pdt. Untung Irwanto

    Jl. Panglima Sudirman 23, Pasuruan 67115

    Telp. (0343) 417439; Mobile. 08123434179

    Email. u_irwanto@yahoo.com